Obrolan Meja Makan

You never know who you are inspiring. Begitu bunyi kalimat bijak yang pernah aku temukan di internet. Sebuah kalimat bagus untuk memotivasi diri agar tak boleh berhenti berkarya. Siapa tahu dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

Aku sendiri mendapat inspirasi dari membaca ini:
http://www.theatlantic.com/health/archive/2014/07/the-importance-of-eating-together/374256/sebuah karya tulis yang menjelaskan mengapa makan bersama penting bagi keluarga. Selain sebagai sarana memenuhi kebutuhan fisik, ternyata makan bersama merupakan wahana pemenuhan kebutuhan psikologis dan sosial. Aku terinspirasi untuk mulai membiasakan makan bersama di rumah.

Selama ini, kami sekeluarga cenderung makan sendiri-sendiri. Bila lapar, tinggal beli atau siapkan makanan, lalu bersantap. Bisa sendiri-sendiri, bisa bersama-sama. Bisa di dapur, di kamar, di teras depan atau belakang, tak begitu dipermasalahkan. Di rumah tak ada kebiasaan makan bersama, duduk dalam satu meja.

Setelah mendiskusikan artikel tersebut, aku dan istri segera menyusun rencana. Anak-anak juga dikabari tentang ide makan bersama. Mereka tertarik. Minimal tak menolak. 😀

Kami putuskan menggunakan meja yang sudah ada. Ketimbang beli. Hemat duit. Cukup beli taplak meja baru dan cari lemari untuk menyimpan bahan makan dan peralatan makan. Biar tak bikin penuh meja. Juga bikin lampu penerang khusus, supaya mirip meja cafe, dan … tiba-tiba kepikiran nulis blog untuk merekam obrolan kami yang muncul saat makan bersama, tentang apa saja.

Cody, penulis artikel di atas, menggambarkan manfaat berkumpul makan dalam satu meja bersama keluarga sbb: It was therapeutic: an excuse to talk, to reflect on the day, and on recent events.

Aku menduga, akan banyak obrolan muncul, tentang pengalaman sekolah, tentang guru, teman dan pelajaran, juga keluh kesah dan kegembiraan. Akan ada banyak bahan yang mungkin bisa diungkap anak-anak saat di meja makan. Tentu saja aku juga perlu bercerita. Berbicara. Meja makan adalah panggung kami. Dan, rasanya sayang kalau pertunjukan di panggung ini tak direkam, minimal dalam blog ini.

BONUS: artikel bagus tentang menulis blog: https://vincentmars.com/2013/04/17/blogging-versus-keeping-a-personal-diary/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s